Guru di era digital menghadapi sejumlah tantangan yang baru dan unik.
Beberapa tantangan utama yang mereka hadapi meliputi:
1. Perubahan
dalam metode mengajar: Perkembangan teknologi mengubah cara kita memperoleh dan
menyampaikan informasi. Guru harus beradaptasi dengan metode pengajaran yang
lebih interaktif dan memanfaatkan alat-alat digital seperti presentasi slide,
video, dan multimedia lainnya. Mereka juga perlu mengenali kebutuhan siswa
dalam mengakses informasi secara online.
2. Pengelolaan
waktu: Dalam era digital, guru dapat dengan mudah terjebak dalam penggunaan
teknologi dan terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar. Mereka perlu
belajar mengelola waktu dengan bijak, termasuk dalam menyusun bahan ajar yang
sesuai dengan kurikulum dan menyediakan umpan balik kepada siswa.
3. Kesenjangan
akses dan kesenjangan digital: Tidak semua siswa memiliki akses yang sama
terhadap teknologi, dan ini dapat menciptakan kesenjangan dalam pembelajaran.
Guru perlu menemukan cara untuk menyediakan akses teknologi yang setara kepada
semua siswa, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses
informasi dan sumber daya pembelajaran.
4. Keamanan dan
privasi: Dalam menggunakan teknologi, guru juga harus mempertimbangkan keamanan
dan privasi siswa. Mereka harus memastikan bahwa data siswa dilindungi dan
bahwa mereka menggunakan aplikasi atau platform yang aman dan terpercaya.
5. Perubahan
peran guru: Dalam era digital, beberapa siswa mungkin lebih terampil dalam
menggunakan teknologi daripada guru. Oleh karena itu, peran guru berkembang
menjadi lebih sebagai fasilitator pembelajaran, mendukung siswa dalam
menavigasi teknologi dan membangun keterampilan digital mereka.
6. Kesulitan
dalam mempertahankan perhatian siswa: Di era digital, banyak distraksi yang
tersedia bagi siswa, seperti media sosial, permainan online, atau pesan instan.
Guru perlu mencari cara untuk mempertahankan perhatian siswa dan membuat
pembelajaran menjadi menarik dan relevan bagi mereka. Mereka harus menggunakan
teknologi dengan bijak sebagai alat bantu untuk meningkatkan keterlibatan siswa
dalam pembelajaran.
7. Kurangnya
keterampilan digital guru: Tidak semua guru memiliki keterampilan digital yang
memadai. Beberapa dari mereka mungkin merasa tidak nyaman atau tidak terampil
dalam menggunakan alat-alat teknologi. Oleh karena itu, mereka perlu
mendapatkan pelatihan dan dukungan yang memadai untuk meningkatkan keterampilan
digital mereka, sehingga mereka dapat mengintegrasikan teknologi dengan efektif
dalam pembelajaran.
8. Pemeliharaan
dan pembaruan perangkat dan infrastruktur: Mengadopsi teknologi dalam
pembelajaran juga memerlukan investasi dalam perangkat keras dan infrastruktur
yang memadai. Tantangan bagi guru adalah memastikan bahwa perangkat dan
jaringan yang mereka gunakan dapat berfungsi dengan baik, terus diperbarui, dan
memberikan layanan yang andal kepada siswa.
9. Penilaian yang
sesuai dengan era digital: Dalam mengajar di era digital, guru perlu
mengevaluasi penilaian yang digunakan untuk mengukur pemahaman siswa. Mereka
harus menemukan cara untuk mengintegrasikan penilaian yang mencerminkan
penggunaan teknologi dan keterampilan digital siswa.
10. Etika digital
dan keamanan online: Guru juga harus mendidik siswa tentang etika digital dan
keamanan online. Mereka perlu mengajarkan siswa tentang pentingnya melindungi
privasi mereka, mengidentifikasi dan menghindari cyberbullying, serta
menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Melalui
pendidikan dan pelatihan, guru dapat mengatasi tantangan-tantangan ini dan
menjadi lebih siap untuk mengajar di era digital. Penting bagi mereka untuk
tetap terbuka terhadap perubahan, belajar secara terus-menerus, dan bersedia
berkolaborasi dengan siswa, rekan sejawat, dan orang tua untuk menciptakan
lingkungan pembelajaran yang efektif dan relevan dalam era digital.