Sektor pertanian (agrikultur) menjadi salah
satu sektor utama yang menggerakkan ekonomi Indonesia. Kontribusi besar sektor
ini turut berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Pada
triwulan ketiga tahun 2023, sektor pertanian mencatat pertumbuhan sebesar 1,46%
(yoy) dan memberikan kontribusi sebesar 13,57% ke PDB. Meskipun demikian,
sektor ini menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait ketergantungan
pada iklim dan kondisi alam yang seringkali tidak dapat diprediksi. Profesi sebagai
petani, meskipun membutuhkan kerja keras tinggi, sering dihadapkan pada hasil
yang minim, menciptakan dinamika kompleks dalam dinamika pertanian Indonesia.
Dalam menghadapi tantangan tersebut,
perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) menjanjikan solusi yang
mengubah paradigma pertanian di Indonesia. Konsep Smart Farming atau pertanian
pintar menjadi salah satu solusi yang mengandalkan teknologi canggih seperti
big data, penyimpanan cloud, dan IoT. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN), konsep ini dapat menjadi solusi untuk memperbaiki produktivitas lahan
pertanian yang semakin berkurang di Indonesia.
Apa
yang Dimaksud dengan Smart Farming?
Smart farming, sebagaimana dilansir dari
laman Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Faperta
UMSU), adalah konsep pertanian yang mengintegrasikan teknologi digital dan
informasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam
proses produksi tanaman dan peternakan. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan
berbagai teknologi canggih seperti big data, Internet of Things (IoT),
sensor, dan robotika untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data
pertanian secara konstan.
Bagaimana
Cara Kerja IoT di Pertanian?
Dalam era digital yang terus
berkembang, Internet of Things (IoT) telah menjadi salah satu inovasi terdepan
yang mengubah cara berbagai sektor beroperasi, termasuk pertanian. Bagaimana
sebenarnya IoT bekerja di pertanian dan apa dampaknya? Mari kita eksplorasi
lebih lanjut.
Konsep Dasar IoT di Pertanian
IoT dalam konteks pertanian
mengacu pada jaringan objek fisik yang terhubung dengan internet dan dapat
saling berinteraksi. Ini termasuk sensor-sensor yang dipasang di lahan
pertanian untuk mengumpulkan data tentang berbagai parameter seperti kelembaban
tanah, suhu udara, nutrisi tanah, dan lainnya. Selain itu, IoT juga mencakup
peralatan pertanian seperti traktor cerdas, sistem irigasi otomatis, dan
lainnya yang dapat terhubung ke jaringan untuk mengoptimalkan operasi
pertanian.
Peran Penting IoT dalam
Pertanian
- Pemantauan Real-Time: Sensor-sensor IoT memungkinkan petani untuk memantau kondisi tanaman dan lingkungan secara real-time. Misalnya, sensor kelembaban tanah dapat memberitahu petani kapan waktu yang tepat untuk penyiraman, menghindari pemborosan air.
- Optimasi
Penggunaan Sumber Daya: Dengan data yang dikumpulkan oleh sensor IoT,
petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti air dan pupuk.
Hal ini mengurangi pemborosan dan membantu pertanian menjadi lebih
efisien.
- Pengambilan
Keputusan yang Lebih Baik: Data yang dikumpulkan oleh sensor IoT dikirim
ke sistem pemrosesan data yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk
menganalisisnya. Dari sini, petani dapat menerima rekomendasi dan
informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, misalnya,
kapan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan tertentu berdasarkan
kondisi cuaca atau tanah.
- Prediksi
dan Pencegahan Masalah: Dengan analisis data yang canggih, IoT dapat
membantu dalam prediksi dan pencegahan masalah seperti serangan hama atau
penyakit tanaman. Hal ini memungkinkan tindakan pencegahan yang tepat
waktu, mengurangi kerugian yang disebabkan oleh masalah tersebut.
Apa
Manfaat Smart Farming?
Sistem Smart Farming atau
pertanian pintar menjadi tonggak penting dalam transformasi pertanian modern.
Tidak hanya memberikan solusi bagi tantangan yang dihadapi oleh petani, tetapi
juga memberikan sejumlah manfaat besar bagi industri pertanian secara
keseluruhan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang ditawarkan oleh
sistem Smart Farming:
- Peningkatan Produktivitas
Sistem Smart Farming
memberikan kemampuan untuk mengoptimalkan faktor-faktor penting dalam pertanian
seperti irigasi, nutrisi tanaman, dan pengendalian hama secara real-time.
Dengan pemantauan yang terus-menerus, petani dapat mengambil tindakan yang tepat
pada waktu yang tepat, sehingga hasil panen dapat ditingkatkan secara
signifikan.
- Penghematan Sumber Daya
Teknologi Internet of
Things (IoT) memungkinkan penggunaan yang lebih efisien dari sumber
daya berharga seperti air dan energi. Sistem otomatisasi yang terintegrasi
dalam Smart Farming memantau dan mengontrol sistem irigasi dan
peralatan pertanian lainnya secara otomatis, mengurangi pemborosan dan
mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
- Mengurangi Kerugian
Sensor-sensor IoT yang
terhubung dengan sistem Smart Farming secara terus-menerus memantau kondisi
pertanian. Hal ini memungkinkan deteksi dini terhadap masalah seperti serangan
hama atau penyakit tanaman. Dengan tindakan yang cepat dan tepat, kerugian yang
disebabkan oleh faktor-faktor ini dapat diminimalkan.
- Peningkatan Keberlanjutan
Dengan mengoptimalkan
penggunaan sumber daya dan mengurangi ketergantungan pada pestisida dan bahan
kimia berbahaya, sistem Smart Farming membantu menciptakan pertanian yang lebih
berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk
menjaga kelestarian lingkungan.
- Peningkatan Keuntungan
Salah satu manfaat yang
paling langsung dirasakan oleh petani adalah peningkatan keuntungan. Dengan
produktivitas yang lebih tinggi dan pengurangan kerugian, sistem Smart Farming
membantu petani menghasilkan lebih banyak dengan biaya yang lebih rendah, sehingga
meningkatkan profitabilitas usaha pertanian mereka.
Dengan manfaat-manfaat yang
signifikan ini, sistem Smart Farming tidak hanya menjadi solusi cerdas untuk
tantangan dalam pertanian, tetapi juga menjadi pendorong utama dalam
mengoptimalkan hasil dan keberlanjutan industri pertanian di masa depan.
Dukungan dan adopsi teknologi ini oleh petani dan pemangku kepentingan lainnya
menjadi kunci dalam
Sumber :